6

Jika Tidak Terbang Sampai Februari 2015, SIUP Merpati Dicabut

Merpati Nusantara Airlines telah menghentikan kegiatan operasional sejak bulan Februari 2014. Hingga kini maskapai penerbangan milik pemerintah itu juga belum ada tanda-tanda akan beroperasi. Padahal, jika ingin terus terbang Merpati harus sudah beroperasi sebelum bulan Februari 2015.

Saat ini Merpati sudah kehilangan rute-rute yang dulu dilayaninya karena perusahaan telah melewati batas waktu penghentian sementara operasional yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan. “Air Operator Certificate (AOC) juga sudah dibekukan,” kata Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo seperti dilansir detikFinance.

Djoko menuturkan, jika dalam waktu satu tahun sejak menghentikan operasional pada Februari 2014 Merpati Nusantara Airlines tak kunjung beroperasi, maka Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) maskapai penerbangan ini akan hangus dengan sendirinya. Sehingga, jika Merpati masih ingin beroperasi kembali harus mengajukan SIUP yang baru. “Selama dia masih menunjukkan, selama satu tahun ini, kan dia kemarin berhenti beroperasi bulan Februari 2014, jika sampai Februari 2015 dia masih bisa terbang, kenapa tidak,” kata Djoko lebih lanjut.

Menurut Djoko, jika Merpati memang masih ingin beroperasi, maskapai penerbangan ini sudah harus melakukan kegiatan penerbangan sebelum bulan Februari 2015. Pasalnya, saat ini pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sedang menerapkan moratorium izin usaha penerbangan. Sehingga Kementerian Perhubungan tidak akan mengeluarkan izin usaha baru bagi maskapai penerbangan, termasuk untuk Merpati jika SIUP sudah hangus. “Kita tidak bisa memberikan privilege, semua sama. Maka tuntutannya sebelum Februari 2015 dia sudah harus terbang,” papar Djoko.

Djoko menambahkan, Merpati masih memiliki harapan untuk hidup. Tapi itu tergantung dari pemerintah sebagai pemegang saham. Hingga kini perusahaan penerbangan plat merah itu belum memberikan rencana bisnis kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator penerbangan di Indonesia.

Foto: Tri Setyo Wijanarko / PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Sumber : www.indo-aviation.com