Taruna Tk 1 AP1

SMK Penerbangan SPAN Padang merupakan lembaga pendidikan formal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Pembangunan Nasional (YPPN) Sumbar, yang didirikan oleh Bapak Drs. H. Lamizar Yoena, SH, MH pada tanggal 19 mei 2001. Niat untuk mendirikan SMK Penerbangan (SPAN) Padang ini disambut baik oleh Komandan Pangkalan TNI-AU Padang yang saat itu dijabat oleh Bapak Letkol (Pnb) Hermansyah dan dilanjutkan dengan Letkol (Pnb) Ras Rendro Bowo S, dengan beberapa kali rangkaian pertemuan untuk menyampaikan Visi dan Persepsi guna menghadirkan Pendidikan Penerbangan di kota padang.
Sejalan dengan perputaran waktu, maka terlihatlah perkembangan SMK Penerbangan SPAN Padang yang telah mengalami banyak perbaikan baik sarana dan prasarana, yang disesuaikan dengan kondisi tuntutan pendidikan kejuruan dan sekaligus melaksanakan perubahan kurikulum terjadwal dan terencana. Lulusan Taruna/I SMK Penerbangan – S.P.A.N Padang dapat dikatakan telah siap untuk diterjunkan di masyarakat.  Dalam hal ini SMK Penerbangan SPAN Padang telah mempersiapkan jauh sebelumnya para lulusannya untuk menerpa pendidikan dan praktek lapangan secara intensif di berbagai institut dan maskapai penerbangan guna memperoleh pengetahuan praktis dan wawasan yang lebih luas sehingga nantinya akan diperoleh tenaga teknisi pemeliharaan/perawatan pesawat terbang yang lebih profesional maupun sebagai calon pramugara/i serta pilot untuk maskapai penerbangan sipil.
Sejak SMK Penerbangan SPAN Padang berdiri hingga saat ini telah mengalami beberapa kali pergantian pemimpin, dikarenakan konsekuensi peralihan tugas sebagai pejabat di lingkungan SPAN Padang.
Kepala sekolah yang pertama adalah Kapten (Lek) HANDOKO IVAN HARYANTO (Kadisops) Lanud Padang, dan kepala sekolah sekarang adalah Drs. Disman Simanihuruk  dan dibantu oleh para wakil kepala sekolah, guru, instruktur, dan staf  tata usaha, sedangkan untuk praktek di sekolah, SPAN Padang juga telah punya pesawat grand comander hibah dari TNI–AD, engine pesawat udara dan alat praktek lainnya yang dapat dilihat langsung disekolah, sekalipun keberadaannya belum maksimal, mudah-mudahan secara bertahap akan dapat dipenuhi sebagaimana mestinya.